Dzikir Pagi

 tetes embun membasahi pipi

bergemericik dengan alunan syahdu nurani

sinar mentari muncul malu-malu dibalik tirai

melukis sinar merah pada kanvas langit yang tergerai

ayam pun mulai berkokok memecah sunyi

Pertanda,

hari kemarin telah dilalui

dan hari ini siap untuk ditapaki

butir-butir syukur mulai menghinggapi

Alhamdulillah ya Rabbi,

syukur ku akui

aku masih diberi kesempatan menikmati karya istimewa-Mu  sampai hari ini.

(at : beranda kamar Kost Dodol)^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s