Crooked (coretan senja tak lagi sama)

vlcsnap-2014-02-26-20h54m18s80Apa yang akan kau lakukan ketika kau merasa dunia seolah-olah akan runtuh?

Apa yang akan kau lakukan saat melihat lorong gelap dan sunyi menanti dihadapanmu?

Apa yang akan kau lakukan jika langkah dan semangatmu terenggut untuk suatu alasan yang tidak jelas?

Jawabannya hanya satu,

BERTERIAK!

Ya, untuk sementara ini itu merupakan solusi terampuh.

Rasanya ingin menangis tapi tidak tau mengapa. Kalaupun itu beralasan, menangis tidak akan menyelesaikan semuanya. Hanya akan membuat hati ini sedikit lega dan tidak begitu sesak tapi ketika tangisan ini reda, dunia masih tetap normal berjalan sebagaimana adanya.

Ada aturan-aturan yang tidak dapat berubah dan diubah. Ketika jalan hidupmu masih terombang-ambing, kau khawatir dan penasaran dengan keputusan yang ada. Namun ketika hal tersebut sudah ditentukan, kau bersedih karna kepastiannya. Seharusnya kau sudah cukup siap dengan kekuatan mental yang sedari dulu kau asah. Pembiasaaan mental terhadap sesuatu yang sudah kau terawang di akhirnya. Tapi ternyata kaupun masih rapuh. Sebagaimana yang terlihat. Kau dan hidupmu. Kau dan kepalsuanmu.

Namun sampai kapan duka ini berlanjut? Sampai kapan awan gelap menyelubungi hatimu? Menunggu renaissance? Kenapa harus menunggu? Tidakkah kau harus menjemputnya? Kau dan kepribadianmu. Kau dan keseharianmu.

Sudah mencapai puncaknya. Hari ini ingin sekali kuakhiri semua kegelapan ini. Semua rasa kelam yang menaungi hari-hariku. Ingin ku lepaskan keterpurukan yang melandaku. Kau dan keinginanmu. Kau dan harapanmu.

Mentari baru saja tenggelam dari peraduannya. Meninggalkan siang dengan segala teriknya. Menyulap malam dalam temaram rembulan pasi. Namun bukankah siang dan malam itu terikat dalam masa yang seimbang? Setelah siang pasti ada malam, begitu juga sebaliknya. Kau yang pernah hidup dalam kegelapan, pun akan merasakan cerahnya kehidupan. Ini hanya masalah waktu. Kau dan semangatmu. Kau dan kesempatanmu.

Tulisan tak bermakna. Coretan tak berarah. Ini hanyalah kisah yang tidak sepenuhnya ingin dikisahkan. Cerita yang tidak ingin diceritakan keseluruhannya. Samar. Seperti inilah hari-hariku. Penuh dengan ketidak jelasan. Banyak tangan yang terulur namun aku hanya menggandengnya dalam diam. Banyak telinga yang siap mendengar tapi aku hanya berkata “tidak apa-apa”. Memendam dalam kepedihan. Apakah ini sebuah hukuman? Hukuman atas rasa sakit yang harusnya disembuhkan namun justru terkumpul dalam suatu wadah rentan yang sewaktu-waktu dapat meledak?. Kau dan kesendirianmu. Kau dan ketertutupanmu.

Perubahan. Bahkan seekor ulat menjijikan dapat berubah menjadi kupu-kupu yang indah, bersayap megah menggoda. Sekuntum bunga merekah pun berawal dari sebuah kuncup pucat yang semakin berseri. Mengenali diri sendiri, apa tujuan hidup ini, apa rencana masa depan. Sebuah konsep. Konsep kehidupan yang jelas. Kau dan perjuanganmu. Kau dan waktumu.

Ada kata yang harus diakhiri. Ada pengakuan yang harus disudahi. Berharap semuanya membaik, setelah ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s